Untuk Kamu yang Baru Menggunakan Oven Listrik


 Oleh: Siti Hajar

Memiliki oven baru yang bisa berfungsi seperti air fryer memang sangat membantu, apalagi kalau tujuannya memasak makanan yang lebih sehat tanpa minyak atau dengan minyak yang sangat sedikit. Ini cocok sekali dengan gaya hidup sehat yang sedang kamu jalani.

Dengan oven seperti itu, banyak sekali hidangan yang bisa kamu buat dengan cara yang lebih sehat. Misalnya, ayam bisa dipanggang hingga kulitnya renyah tanpa perlu digoreng. Kentang juga bisa dibuat seperti baked fries yang tetap gurih tapi tidak berminyak. Sayuran seperti brokoli, wortel, paprika, atau labu juga enak sekali jika dipanggang sebentar dengan sedikit bumbu. Rasanya jadi lebih manis alami karena proses pemanggangan.

Untuk orang yang ingin menjaga kolesterol, gula darah, dan berat badan—seperti yang sedang kamu usahakan—metode memasak seperti ini memang sangat dianjurkan. Memanggang atau air frying biasanya membutuhkan jauh lebih sedikit minyak dibanding menggoreng. Selain itu, makanan juga tidak menyerap lemak berlebih.

Kalau kamu suka bereksperimen di dapur, oven itu juga bisa dipakai untuk membuat banyak menu sehat lain, misalnya:

  • ikan panggang dengan bawang putih dan lemon
  • ayam bumbu rempah
  • tahu atau tempe crispy tanpa digoreng
  • dimsum panggang
  • bahkan granola atau camilan oat sehat

Aku malah langsung teringat dengan rencanamu membuat dimsum yang lebih bernilai gizi. Oven seperti ini bisa sangat membantu untuk mencoba versi dimsum yang dipanggang atau air-fried, jadi tidak harus selalu dikukus atau digoreng.

Tips Safety untuk Pemula

Oven memang sangat membantu memasak makanan sehat, tetapi untuk pemula ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya aman dan nyaman.

Pertama, perhatikan posisi dan ventilasi oven. Oven menghasilkan panas yang cukup tinggi, jadi sebaiknya diletakkan di tempat yang datar, tidak terlalu menempel dengan dinding, dan jauh dari benda yang mudah terbakar seperti kain, plastik, atau kertas. Beri sedikit ruang di belakang dan samping oven agar panas bisa keluar dengan baik. Ini penting supaya mesin tidak cepat panas berlebihan.

Kedua, biasakan memanaskan oven (preheat) sebelum memasak jika resep membutuhkan itu. Banyak orang langsung memasukkan makanan tanpa preheat, padahal suhu oven belum stabil. Akibatnya makanan bisa matang tidak merata atau waktu memasaknya jadi lebih lama.

Ketiga, selalu gunakan sarung tangan oven atau lap tebal saat mengambil loyang. Loyang dan rak di dalam oven bisa sangat panas dan mudah menyebabkan tangan terbakar jika dipegang langsung. Banyak orang pemula lupa bahwa bukan hanya makanan yang panas, tapi juga rak besinya.

Keempat, jangan terlalu penuh mengisi oven. Saat memanggang atau menggunakan mode seperti air fryer, makanan perlu ruang agar udara panas bisa bersirkulasi dengan baik. Jika terlalu padat, makanan justru tidak renyah dan matang tidak merata.

Kelima, hindari menggunakan wadah plastik atau bahan yang tidak tahan panas. Gunakan loyang logam, kaca tahan panas, atau keramik yang memang khusus untuk oven.

Keenam, perhatikan lemak atau minyak yang menetes. Jika memasak ayam atau daging berlemak, kadang lemaknya menetes ke bawah dan bisa menimbulkan asap atau bau gosong. Biasanya ini bisa diatasi dengan menaruh loyang penampung di rak bawah atau menggunakan baking paper.

Ketujuh, setelah selesai digunakan, jangan langsung membersihkan oven saat masih sangat panas. Biarkan agak dingin dulu agar lebih aman. Membersihkan sisa makanan secara rutin juga penting supaya oven tidak berbau dan tidak berasap saat dipakai lagi.

Hal kecil lain yang sering dilupakan pemula adalah jangan membuka pintu oven terlalu sering saat memasak. Setiap kali pintu dibuka, suhu di dalam oven turun dan proses memasak jadi terganggu.

Saat membuat roti dengan oven ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar roti berhasil mengembang dan teksturnya lembut.

Hal pertama yang paling penting adalah ragi (yeast). Pastikan ragi yang digunakan masih aktif. Biasanya orang mencampurkan ragi dengan air hangat dan sedikit gula, lalu menunggu sekitar 5–10 menit. Jika muncul busa, berarti ragi masih hidup dan siap digunakan. Airnya juga jangan terlalu panas, karena suhu yang terlalu tinggi bisa membunuh ragi sehingga adonan tidak mengembang.

Hal kedua adalah proses menguleni adonan. Roti membutuhkan gluten yang terbentuk dari proses menguleni. Adonan biasanya perlu diuleni sampai elastis dan tidak terlalu lengket. Jika adonan terlalu kering, roti akan keras. Jika terlalu basah, roti sulit dibentuk. Jadi keseimbangannya penting.

Setelah itu ada tahap fermentasi atau proofing. Adonan perlu didiamkan sampai mengembang, biasanya sekitar dua kali lipat dari ukuran awal. Tempat yang hangat membantu proses ini. Banyak orang terburu-buru memanggang sebelum adonan cukup mengembang, sehingga roti menjadi padat.

Saat akan memanggang, jangan lupa memanaskan oven terlebih dahulu (preheat). Suhu oven yang sudah stabil membuat roti langsung mendapat panas yang tepat untuk mengembang di awal pemanggangan.

Perhatikan juga suhu oven. Roti umumnya dipanggang sekitar 170–190°C, tergantung jenis rotinya. Jika terlalu panas, bagian luar roti cepat cokelat tetapi bagian dalam belum matang. Jika terlalu rendah, roti bisa menjadi kering.

Letakkan loyang di rak tengah oven agar panas merata dari atas dan bawah. Jika oven memiliki mode kipas atau seperti air fryer, biasanya panasnya lebih kuat sehingga suhu bisa sedikit diturunkan dibanding oven biasa.

Satu hal lagi yang sering membuat roti lebih bagus adalah uap air di awal pemanggangan. Beberapa pembuat roti menaruh wadah kecil berisi air panas di dalam oven saat mulai memanggang. Uap ini membantu kulit roti tidak terlalu cepat mengeras sehingga roti bisa mengembang lebih baik.

Dan tentu saja, setelah roti matang, biarkan roti agak dingin dulu sebelum dipotong. Jika dipotong saat masih sangat panas, teksturnya bisa menjadi agak lembek. Selamat Berkreasi dengan Oven Baru ya![]

Lebih baru Lebih lama