Oleh: Siti Hajar
Pesan tersirat
dari logo psikologi dengan simbol Ψ dan warna hijau abu (sage) adalah
pesan yang halus, tenang, namun sangat kuat secara makna.
Logo Ψ
menyiratkan bahwa yang diperhatikan bukan sekadar perilaku luar, melainkan jiwa
dan proses batin manusia. Ia berbicara tentang kedalaman, tentang ruang di
dalam diri yang sering tak terucap. Ketika simbol ini dipadukan dengan warna
hijau abu, pesannya bergeser dari sekadar “ilmu tentang jiwa” menjadi pendampingan
yang aman dan dewasa terhadap jiwa manusia.
Warna hijau
abu menyiratkan ketenangan yang tidak berisik. Ia tidak menuntut perhatian,
tetapi memberi rasa aman. Pesan yang dibawanya adalah: di sini kamu tidak
perlu terburu-buru sembuh, kamu cukup menjadi manusia. Hijau abu
menunjukkan stabilitas emosi, kematangan psikologis, dan kemampuan menahan diri
untuk tidak menghakimi. Ini adalah warna yang menenangkan sistem saraf, memberi
ruang bernapas bagi pikiran dan perasaan.
Secara tersirat,
kombinasi ini menyampaikan bahwa psikologi hadir bukan untuk menggurui,
mengontrol, atau memaksa perubahan, melainkan mendengarkan, memahami, dan
menemani proses. Ada pesan empati yang dalam: setiap luka batin layak
diperlakukan dengan lembut, dan setiap proses pertumbuhan membutuhkan
kesabaran.
Logo dan warna
hijau abu juga mengisyaratkan kepercayaan dan profesionalisme. Ia
berkata bahwa ruang ini stabil, konsisten, dan dapat diandalkan. Tidak
dramatis, tidak impulsif, tetapi hadir sepenuhnya. Bagi orang yang melihatnya,
pesan yang sampai sering kali bukan berupa kata, melainkan perasaan: aku
aman di sini, aku boleh jujur, dan aku tidak sendirian.
Itulah pesan
terdalam yang disampaikan logo psikologi dengan warna hijau abu—sebuah undangan
sunyi untuk pulang ke diri sendiri dengan tenang.
Sejarah
Penggunaan Logo dan Warna Hijau Abu (Sage)
Penggunaan logo
dan warna dalam psikologi tidak lahir pada satu tanggal resmi yang seragam
di seluruh dunia, melainkan berkembang bertahap seiring sejarah ilmu
psikologi itu sendiri. Namun, secara garis besar, jejak waktunya dapat
dijelaskan dengan cukup jelas.
Simbol Ψ
(Psi) mulai digunakan sejak psikologi memisahkan diri dari filsafat dan
menjadi disiplin ilmiah modern pada akhir abad ke-19. Akar simbol ini
jauh lebih tua, berasal dari Yunani Kuno melalui kata psyche, tetapi
pemakaiannya sebagai logo keilmuan psikologi menguat setelah Wilhelm
Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di Leipzig pada 1879.
Sejak awal abad ke-20, simbol Ψ semakin luas digunakan oleh universitas, jurnal
ilmiah, dan asosiasi psikologi di Eropa dan Amerika. Pada titik ini, Ψ diterima
secara global sebagai simbol universal psikologi, meskipun tidak pernah
diresmikan oleh satu badan dunia tertentu.
Sementara itu, penggunaan
warna—termasuk hijau, hijau muda, dan hijau abu (sage)—datang jauh lebih
belakangan. Pada fase awal psikologi ilmiah (awal abad ke-20), logo dan
identitas visual masih sangat minimal, cenderung hitam-putih, formal, dan
akademik. Warna belum menjadi perhatian utama.
Perubahan mulai
terasa pada pertengahan abad ke-20, terutama setelah berkembangnya
psikologi klinis, konseling, dan psikoterapi pasca Perang Dunia II. Pada masa
ini, psikologi tidak lagi hanya dipahami sebagai ilmu eksperimental, tetapi
juga sebagai praktik penyembuhan jiwa. Seiring berkembangnya psikologi
humanistik (Carl Rogers, Abraham Maslow) pada 1950–1960-an, muncul
kebutuhan akan identitas visual yang mencerminkan empati, keamanan, dan
kemanusiaan.
Warna hijau
mulai banyak digunakan dalam konteks kesehatan mental dan ruang terapi sejak akhir
abad ke-20, ketika riset tentang psikologi warna dan efek warna terhadap
sistem saraf semakin diakui. Hijau dipilih karena asosiasinya dengan
keseimbangan, ketenangan, dan pemulihan. Varian hijau abu atau hijau sage
sendiri menjadi populer secara global pada awal abad ke-21, seiring
pendekatan psikologi yang semakin trauma-informed, mindful, dan berfokus pada
regulasi emosi. Warna ini dianggap lebih dewasa, netral, dan aman dibanding
hijau terang.
Jadi, jika
dirangkum:
– Simbol Ψ
digunakan secara luas sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20
– Warna hijau dalam psikologi menguat sejak pertengahan abad ke-20.
– Hijau abu / sage menjadi pilihan populer secara global sejak awal abad
ke-21
Kombinasi logo Ψ
dan warna hijau abu yang kita kenal hari ini mencerminkan evolusi psikologi
itu sendiri: dari ilmu yang dingin dan eksperimental, menuju disiplin yang
hangat, reflektif, dan berpusat pada pemulihan manusia secara utuh. []
