Memahami Pentingnya Mindfullness, Awereness Dan Intetionality dalam Hidup Auto Pilot


Oleh Siti Hajar

Di era digital, banyak aktivitas terjadi sangat cepat dan otomatis. Tangan refleks membuka ponsel, jari menggulir layar tanpa sadar, pikiran meloncat dari satu informasi ke informasi lain.

Mindfulness adalah kemampuan untuk hadir dan memperhatikan apa yang sedang terjadi saat ini—pikiran, perasaan, dan kondisi tubuh—tanpa menghakimi.

Di sinilah mindfulness berperan sebagai kemampuan untuk menyadari momen sekarang, saya sedang apa, sedang merasa apa, dan sedang memikirkan apa. Kesadaran ini membuat kita berhenti sejenak dari pola autopilot.

Awareness adalah kesadaran yang lebih luas tentang diri, lingkungan, dan situasi, termasuk memahami apa yang kita rasakan, pikirkan, serta dampak dari tindakan kita.

Sementara Intentionality adalah sikap hidup yang dilakukan dengan sengaja dan berdasarkan tujuan atau nilai yang ingin dicapai, bukan sekadar kebiasaan atau reaksi spontan.

Singkatnya, mindfulness membuat kita sadar pada momen, awareness membuat kita memahami, dan intentionality membuat kita bertindak dengan arah dan tujuan.

Dari jeda sadar itu lahir awareness yang lebih luas—kita mulai memahami dampaknya, apakah kebiasaan ini membuat saya lebih tenang atau justru gelisah, apakah waktu saya terpakai untuk hal yang bernilai, apakah respons saya pada orang lain dipengaruhi emosi sesaat. Awareness memberi kita peta tentang diri dan situasi.

Baru setelah itu intentionality bekerja sebagai arah dan pilihan. Ketika kita sudah sadar dan paham, kita bisa memutuskan dengan sengaja, kapan perlu online, apa yang ingin dicari, bagaimana merespons pesan, dan nilai apa yang ingin dijaga. Jadi, kalau diibaratkan, mindfulness adalah “lampu yang menyalakan ruangan”, awareness adalah “mata yang melihat isi ruangan”, dan intentionality adalah “langkah yang kita pilih setelah melihat dengan jelas”.

Tanpa mindfulness, kita tidak sadar. Tanpa awareness, kita tidak memahami. Tanpa intentionality, kita tidak punya arah.

Dalam kehidupan digital, intentionality membuat kita menggunakan teknologi sebagai alat yang melayani tujuan hidup—bukan sebaliknya. Kita membuka ponsel karena ada kebutuhan yang jelas, bukan karena dorongan impuls. Kita memilih konten yang menumbuhkan, bukan sekadar yang paling ramai. Bahkan dalam komunikasi, kita merespons dengan niat memahami, bukan sekadar bereaksi.

Kombinasi ketiganya mindfulness, awerness dan Intentiality  membentuk pola hidup yang lebih selaras. Kita hadir sepenuhnya, peka terhadap dampak, lalu bertindak dengan sengaja sesuai nilai yang diyakini. Hidup tetap sibuk, tetapi tidak kehilangan makna karena setiap tindakan memiliki niat yang disadari.

Mengapa ini penting?

Pertama, hidup tanpa kesadaran sering membuat kita berjalan di “autopilot-mode otomatis”. Kita bereaksi cepat, terbawa emosi, atau mengikuti kebiasaan lama tanpa benar-benar memilih. Dengan mindfulness, kita punya jeda kecil antara stimulus dan respon. Di jeda itulah kita bisa memilih sikap yang lebih bijak.

Kedua, kesadaran membantu kita mengenali diri sendiri. Kita jadi lebih paham apa yang sebenarnya kita butuhkan, apa yang memicu stres, dan apa yang memberi makna. Banyak orang lelah bukan karena pekerjaannya terlalu berat, tetapi karena hidupnya tidak selaras dengan nilai yang ia yakini.

Ketiga, mindfulness membuat pikiran lebih tenang. Saat perhatian kembali ke napas, tubuh, atau momen sekarang, otak tidak terus-menerus memutar penyesalan masa lalu atau kekhawatiran masa depan. Dari ketenangan ini biasanya muncul kejernihan berpikir.

Keempat, awareness meningkatkan kualitas hubungan. Saat kita sadar terhadap emosi diri dan orang lain, kita lebih mampu mendengar, tidak mudah tersinggung, dan tidak reaktif. Hubungan menjadi lebih hangat karena kita hadir sepenuhnya, bukan setengah perhatian.

Harapannya dengan menganut  cara hidup yang membuat kita lebih sadar, lebih memilih dengan sengaja (intentional), dan lebih selaras dengan tujuan hidup. Hidup tetap penuh tantangan, tetapi kita tidak lagi terseret arus—kita mengemudikan arah.

 

Lebih baru Lebih lama