Membuat Croissant untuk Pertama Kali

Oleh: Siti Hajar

Aku sedang belajar membuat roti. Pagi ini untuk pertama kalinya aku mencoba menggunakan bread improver saat membuat roti. Tidak hanya itu, sebagian adonan juga kubentuk menjadi croissant. Jujur saja, ini juga pengalaman pertamaku membuat croissant.

Saat melihat hasilnya keluar dari oven, aku langsung tersenyum. Permukaan rotinya tampak cantik mengilap dengan warna keemasan yang menggoda. Teksturnya juga lumayan lembut. Memang belum selembut roti bakery langganan di depan Masjid Darussalam, tetapi untuk percobaan pertama, aku sangat puas.

Croissant yang kubuat juga terlihat cukup meyakinkan. Hanya saja, setelah matang baru kusadari bahwa aku menggunakan margarin sebagai pelapis sekaligus isian keju cheddar. Hasilnya, rasanya sedikit lebih asin dari yang kubayangkan. Namun begitulah serunya belajar. Dari setiap percobaan selalu ada pelajaran baru. Insyaallah percobaan berikutnya aku akan mengganti isiannya dengan cokelat chip atau bahan lain yang lebih seimbang rasanya.

Di balik keberhasilan kecil ini, ada rasa syukur yang jauh lebih besar. Aku bersyukur karena Allah masih memberiku kesempatan untuk bereksperimen di dapur. Allah memberiku rezeki sehingga bisa membeli oven baru. Allah juga memberiku kemampuan untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan. Dan yang tidak kalah penting, Allah memberiku waktu untuk menikmati hobi ini serta suami yang selalu mendukung.

Kadang-kadang kita lupa bahwa hal-hal sederhana yang kita nikmati hari ini adalah nikmat yang luar biasa. Betapa banyak orang yang ingin membuat roti tetapi belum memiliki oven. Ada yang sudah memiliki oven, tetapi belum memiliki rezeki untuk membeli bahan-bahannya. Ada pula yang memiliki semuanya, tetapi tidak memiliki waktu untuk menikmati hobinya karena kesibukan yang begitu padat.

Karena itu pagi ini aku belajar lagi tentang syukur. Bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari sesuatu yang besar. Kadang ia hadir dari aroma roti hangat yang baru keluar dari oven, dari dapur yang sederhana, dari waktu yang tersedia, dan dari orang-orang tercinta yang menemani perjalanan kita.

Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmat-Mu.

Sebagai penutup, berikut resep dasar roti yang kupakai pagi ini.

Resep Dasar Roti Lembut

Bahan-bahan:

  • 300 gram tepung terigu protein tinggi
  • 1 butir telur
  • 60 gram gula pasir
  • 1 sendok teh ragi instan (Fermipan)
  • 2 sendok makan susu bubuk
  • Sedikit SP
  • 100 ml air
  • 50 gram margarin

Cara Membuat:

Campurkan tepung terigu, gula pasir, susu bubuk, ragi instan, dan sedikit SP dalam satu wadah. Aduk hingga tercampur rata.

Masukkan telur dan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan mulai menyatu. Lanjutkan menguleni sampai adonan menjadi setengah kalis.

Tambahkan margarin, lalu uleni kembali hingga adonan menjadi kalis dan elastis.

Tutup adonan dengan kain bersih atau plastik, lalu diamkan selama sekitar 30 menit hingga mengembang.

Setelah mengembang, kempiskan adonan untuk mengeluarkan udara. Timbang dan bulatkan sesuai ukuran yang diinginkan. Diamkan sekitar 10 menit agar adonan lebih mudah dibentuk.

Bentuk adonan sesuai selera, bisa menjadi roti bulat, roti isi, atau croissant. Tambahkan isian favorit seperti cokelat, selai, atau keju.

Susun di loyang yang sudah dioles tipis margarin atau dialasi kertas roti. Diamkan kembali selama 20 menit hingga mengembang.

Oles permukaan roti dengan kuning telur agar hasilnya mengilap.

Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya pada suhu 170°C, menggunakan api atas dan bawah, selama kurang lebih 25 menit atau hingga permukaan roti berwarna kuning keemasan.

Selamat mencoba. Semoga dapur kita selalu menjadi tempat bertumbuhnya rasa syukur, kreativitas, dan kebahagiaan kecil yang menghangatkan hati. 🍞✨

 

Lebih baru Lebih lama