Oleh: Siti Hajar
Hari pertama
menjadi mahasiswa biasanya terasa menyenangkan. Ada wajah-wajah baru, lingkungan baru, teman baru, dan tentu saja kebebasan
baru. Tidak ada lagi yang setiap pagi bertanya, “Sudah bangun?” atau “Sudah
makan?” seperti di rumah. Tetapi percayalah, meskipun ibu tidak berada di
samping kalian, ada beberapa nasihat ibu yang sebaiknya tetap dibawa ke mana
pun kalian pergi.
1. Jaga dirimu baik-baik
Ibu mungkin tidak bisa lagi mengingatkan kalian
setiap pagi untuk sarapan, membawa payung, atau jangan pulang terlalu malam.
Sekarang kalian sudah dianggap cukup dewasa untuk mengurus diri sendiri.
Jagalah tubuh, kesehatan, waktu, pergaulan, dan keselamatan kalian. Jangan
sampai baru menjadi mahasiswa, tetapi sudah punya pengalaman hidup yang membuat
ibu berkata, “Nah, kan, sudah ibu bilang.”
Menjadi dewasa bukan berarti bebas melakukan apa
saja. Menjadi dewasa berarti tahu mana yang baik untuk diri sendiri dan mana
yang sebaiknya ditinggalkan. Kalian tidak harus mencoba semua hal hanya karena
teman-teman melakukannya. Tidak semua pengalaman harus dicoba untuk membuktikan
bahwa kalian sudah dewasa.
2. Jaga marwah diri
Kalian datang ke kampus membawa nama sendiri.
Tetapi sebenarnya, kalian juga membawa nama orang tua dan keluarga. Karena itu,
jagalah sikap, ucapan, pakaian, pergaulan, dan perilaku kalian. Dunia kampus
memang luas, tetapi jejak digital kadang jauh lebih luas lagi.
Ingat, foto bisa dihapus, tetapi orang sudah
sempat melakukan screenshot. Jadi sebelum mengunggah sesuatu, pikirkan
sebentar. Tanyakan kepada diri sendiri, “Kalau ini dilihat ibu, dosen, atau
calon mertua, saya masih santai tidak?” Kalau jawabannya mulai berkeringat,
mungkin tombol post sebaiknya ditunda.
3. Jangan malu meminta bantuan
Suatu hari kalian mungkin merasa bingung. Bisa
tentang kuliah, pertemanan, keuangan, keluarga, percintaan, atau bahkan tentang
diri sendiri. Jangan merasa harus menyelesaikan semuanya sendirian. Ceritakan
kepada orang tua, saudara, dosen, sahabat, atau seseorang yang kalian percaya.
Meminta bantuan bukan berarti lemah. Justru orang
yang dewasa tahu kapan dirinya membutuhkan pertolongan. Jangan menunggu masalah
menjadi gunung baru kemudian mencari sekop. Kadang satu percakapan dengan orang
yang tepat bisa membuat masalah terasa jauh lebih ringan.
4. Pilih teman dengan baik
Di kampus kalian akan bertemu banyak orang. Ada
yang rajin, ada yang santai, ada yang ambisius, ada yang selalu punya ide, dan
ada juga yang baru muncul ketika tugas sudah hampir dikumpulkan. Semua orang
boleh menjadi teman, tetapi tidak semua orang harus menjadi tempat kalian
mengikuti arah.
Carilah teman yang membuat kalian bertumbuh. Teman
yang mengingatkan ketika kalian salah. Teman yang senang melihat kalian
berhasil tanpa merasa tersaingi. Karena kadang-kadang, IPK seseorang bisa naik
karena belajar bersama, tetapi bisa juga turun karena terlalu sering ikut
nongkrong.
5. Belajar bertanggung jawab
Di kampus tidak ada lagi ibu yang mengejar-ngejar,
“Besok ada tugas, kan?” Dosen juga mungkin tidak akan menelepon ibu hanya
karena kalian tidak masuk kelas. Kalian mulai belajar bahwa setiap pilihan
memiliki konsekuensi.
Kalau terlambat, terima akibatnya. Kalau lupa
tugas, jangan menyalahkan keadaan. Kalau melakukan kesalahan, berani mengaku
dan memperbaikinya. Karena salah itu manusiawi, tetapi mengulang kesalahan
sambil berkata “namanya juga manusia” itu sudah agak kreatif.
6. Jangan lupa pulang dan memberi kabar
Sesibuk apa pun kuliah, jangan sampai orang tua
hanya mengetahui keadaan kalian melalui status WhatsApp. Mereka mungkin tidak
meminta banyak. Kadang hanya ingin tahu kalian sudah makan atau belum.
Satu pesan sederhana seperti, “Bu, sudah sampai
kampus,” bisa membuat hati orang tua tenang. Teleponlah sesekali. Tanyakan
kabar mereka. Jangan hanya muncul ketika saldo menipis atau uang kiriman sudah
mendekati angka keramat: nol.
7. Berbuat baik kepada siapa pun
Kalian tidak pernah tahu siapa yang sedang
berjuang dalam diam. Karena itu, biasakan menyapa, menghargai, membantu, dan
berbicara dengan baik kepada orang lain. Jangan merasa lebih tinggi hanya
karena memiliki kemampuan tertentu.
Hormati dosen, tenaga kependidikan, petugas
kebersihan, satpam, teman sekelas, senior, junior, dan siapa pun yang kalian
temui. Kebaikan kecil mungkin terlihat sepele bagi kita. Tetapi bagi orang
lain, bisa jadi itu adalah alasan mereka merasa dihargai hari itu.
8. Jangan takut gagal
Tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana. Ada
tugas yang nilainya kecil. Ada ujian yang hasilnya mengecewakan. Ada organisasi
yang tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan mungkin ada seseorang yang kalian
sukai tetapi ternyata hanya menganggap kalian teman.
Tidak apa-apa. Kegagalan bukan tanda bahwa kalian
tidak mampu. Kadang kegagalan hanya sedang mengatakan, “Coba cara lain.” Jangan
langsung menyimpulkan bahwa hidup kalian berantakan hanya karena satu nilai
ujian tidak sesuai harapan.
9. Jaga uang dan gaya hidup
Menjadi mahasiswa juga berarti belajar mengelola
uang. Jangan sampai uang bulanan baru datang hari Senin, tetapi hari Rabu sudah
tinggal kenangan. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Kopi boleh. Nongkrong boleh. Jalan-jalan juga
boleh. Tetapi jangan sampai demi mengikuti gaya hidup teman, kalian harus makan
mi instan selama seminggu. Ingat, sederhana bukan berarti tidak keren. Justru
kemampuan mengatur hidup sendiri adalah salah satu tanda kedewasaan.
10. Jadilah orang baik, bukan hanya orang
pintar
Pada akhirnya, kampus bukan hanya tempat mengejar
nilai dan gelar. Kampus adalah tempat kalian belajar menjadi manusia. Kalian
akan belajar berpikir, mengambil keputusan, bekerja sama, menghadapi perbedaan,
mengelola emosi, dan mengenal diri sendiri.
Jadilah orang yang ilmunya bermanfaat. Jadilah
orang yang ketika berhasil tidak merendahkan orang lain. Jadilah orang yang
ketika memiliki kesempatan, mau membantu. Karena orang tua mungkin bangga
ketika melihat kalian memakai toga, tetapi mereka akan jauh lebih bahagia
ketika melihat kalian tumbuh menjadi manusia yang baik.
Dan satu pesan terakhir dari ibu: jaga diri, jaga nama baik, jaga hati, dan jangan lupa pulang. Kalian boleh pergi jauh untuk mengejar cita-cita. Boleh punya mimpi yang besar. Tetapi jangan pernah merasa terlalu dewasa untuk membutuhkan rumah, keluarga, dan orang-orang yang menyayangi kalian.[]
