10 Pesan Cinta Ibu kepada Mahasiswa Baru

Oleh: Siti Hajar

Hari pertama menjadi mahasiswa biasanya terasa menyenangkan. Ada wajah-wajah baru, lingkungan baru, teman baru, dan tentu saja kebebasan baru. Tidak ada lagi yang setiap pagi bertanya, “Sudah bangun?” atau “Sudah makan?” seperti di rumah. Tetapi percayalah, meskipun ibu tidak berada di samping kalian, ada beberapa nasihat ibu yang sebaiknya tetap dibawa ke mana pun kalian pergi.

1. Jaga dirimu baik-baik

Ibu mungkin tidak bisa lagi mengingatkan kalian setiap pagi untuk sarapan, membawa payung, atau jangan pulang terlalu malam. Sekarang kalian sudah dianggap cukup dewasa untuk mengurus diri sendiri. Jagalah tubuh, kesehatan, waktu, pergaulan, dan keselamatan kalian. Jangan sampai baru menjadi mahasiswa, tetapi sudah punya pengalaman hidup yang membuat ibu berkata, “Nah, kan, sudah ibu bilang.”

Menjadi dewasa bukan berarti bebas melakukan apa saja. Menjadi dewasa berarti tahu mana yang baik untuk diri sendiri dan mana yang sebaiknya ditinggalkan. Kalian tidak harus mencoba semua hal hanya karena teman-teman melakukannya. Tidak semua pengalaman harus dicoba untuk membuktikan bahwa kalian sudah dewasa.

2. Jaga marwah diri

Kalian datang ke kampus membawa nama sendiri. Tetapi sebenarnya, kalian juga membawa nama orang tua dan keluarga. Karena itu, jagalah sikap, ucapan, pakaian, pergaulan, dan perilaku kalian. Dunia kampus memang luas, tetapi jejak digital kadang jauh lebih luas lagi.

Ingat, foto bisa dihapus, tetapi orang sudah sempat melakukan screenshot. Jadi sebelum mengunggah sesuatu, pikirkan sebentar. Tanyakan kepada diri sendiri, “Kalau ini dilihat ibu, dosen, atau calon mertua, saya masih santai tidak?” Kalau jawabannya mulai berkeringat, mungkin tombol post sebaiknya ditunda.

3. Jangan malu meminta bantuan

Suatu hari kalian mungkin merasa bingung. Bisa tentang kuliah, pertemanan, keuangan, keluarga, percintaan, atau bahkan tentang diri sendiri. Jangan merasa harus menyelesaikan semuanya sendirian. Ceritakan kepada orang tua, saudara, dosen, sahabat, atau seseorang yang kalian percaya.

Meminta bantuan bukan berarti lemah. Justru orang yang dewasa tahu kapan dirinya membutuhkan pertolongan. Jangan menunggu masalah menjadi gunung baru kemudian mencari sekop. Kadang satu percakapan dengan orang yang tepat bisa membuat masalah terasa jauh lebih ringan.

4. Pilih teman dengan baik

Di kampus kalian akan bertemu banyak orang. Ada yang rajin, ada yang santai, ada yang ambisius, ada yang selalu punya ide, dan ada juga yang baru muncul ketika tugas sudah hampir dikumpulkan. Semua orang boleh menjadi teman, tetapi tidak semua orang harus menjadi tempat kalian mengikuti arah.

Carilah teman yang membuat kalian bertumbuh. Teman yang mengingatkan ketika kalian salah. Teman yang senang melihat kalian berhasil tanpa merasa tersaingi. Karena kadang-kadang, IPK seseorang bisa naik karena belajar bersama, tetapi bisa juga turun karena terlalu sering ikut nongkrong.

5. Belajar bertanggung jawab

Di kampus tidak ada lagi ibu yang mengejar-ngejar, “Besok ada tugas, kan?” Dosen juga mungkin tidak akan menelepon ibu hanya karena kalian tidak masuk kelas. Kalian mulai belajar bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi.

Kalau terlambat, terima akibatnya. Kalau lupa tugas, jangan menyalahkan keadaan. Kalau melakukan kesalahan, berani mengaku dan memperbaikinya. Karena salah itu manusiawi, tetapi mengulang kesalahan sambil berkata “namanya juga manusia” itu sudah agak kreatif.

6. Jangan lupa pulang dan memberi kabar

Sesibuk apa pun kuliah, jangan sampai orang tua hanya mengetahui keadaan kalian melalui status WhatsApp. Mereka mungkin tidak meminta banyak. Kadang hanya ingin tahu kalian sudah makan atau belum.

Satu pesan sederhana seperti, “Bu, sudah sampai kampus,” bisa membuat hati orang tua tenang. Teleponlah sesekali. Tanyakan kabar mereka. Jangan hanya muncul ketika saldo menipis atau uang kiriman sudah mendekati angka keramat: nol.

7. Berbuat baik kepada siapa pun

Kalian tidak pernah tahu siapa yang sedang berjuang dalam diam. Karena itu, biasakan menyapa, menghargai, membantu, dan berbicara dengan baik kepada orang lain. Jangan merasa lebih tinggi hanya karena memiliki kemampuan tertentu.

Hormati dosen, tenaga kependidikan, petugas kebersihan, satpam, teman sekelas, senior, junior, dan siapa pun yang kalian temui. Kebaikan kecil mungkin terlihat sepele bagi kita. Tetapi bagi orang lain, bisa jadi itu adalah alasan mereka merasa dihargai hari itu.

8. Jangan takut gagal

Tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana. Ada tugas yang nilainya kecil. Ada ujian yang hasilnya mengecewakan. Ada organisasi yang tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan mungkin ada seseorang yang kalian sukai tetapi ternyata hanya menganggap kalian teman.

Tidak apa-apa. Kegagalan bukan tanda bahwa kalian tidak mampu. Kadang kegagalan hanya sedang mengatakan, “Coba cara lain.” Jangan langsung menyimpulkan bahwa hidup kalian berantakan hanya karena satu nilai ujian tidak sesuai harapan.

9. Jaga uang dan gaya hidup

Menjadi mahasiswa juga berarti belajar mengelola uang. Jangan sampai uang bulanan baru datang hari Senin, tetapi hari Rabu sudah tinggal kenangan. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kopi boleh. Nongkrong boleh. Jalan-jalan juga boleh. Tetapi jangan sampai demi mengikuti gaya hidup teman, kalian harus makan mi instan selama seminggu. Ingat, sederhana bukan berarti tidak keren. Justru kemampuan mengatur hidup sendiri adalah salah satu tanda kedewasaan.

10. Jadilah orang baik, bukan hanya orang pintar

Pada akhirnya, kampus bukan hanya tempat mengejar nilai dan gelar. Kampus adalah tempat kalian belajar menjadi manusia. Kalian akan belajar berpikir, mengambil keputusan, bekerja sama, menghadapi perbedaan, mengelola emosi, dan mengenal diri sendiri.

Jadilah orang yang ilmunya bermanfaat. Jadilah orang yang ketika berhasil tidak merendahkan orang lain. Jadilah orang yang ketika memiliki kesempatan, mau membantu. Karena orang tua mungkin bangga ketika melihat kalian memakai toga, tetapi mereka akan jauh lebih bahagia ketika melihat kalian tumbuh menjadi manusia yang baik.

Dan satu pesan terakhir dari ibu: jaga diri, jaga nama baik, jaga hati, dan jangan lupa pulang. Kalian boleh pergi jauh untuk mengejar cita-cita. Boleh punya mimpi yang besar. Tetapi jangan pernah merasa terlalu dewasa untuk membutuhkan rumah, keluarga, dan orang-orang yang menyayangi kalian.[]

Lebih baru Lebih lama