Arti Sebuah Pemberian dari Orang Tersayang

 

Oleh: Siti Hajar

Kadang-kadang, nilai sebuah pemberian dari pasangan memang tidak terletak pada harga barangnya. Sebuah pulpen yang bagi orang lain mungkin terlihat biasa saja, bisa menjadi sangat berarti ketika kita tahu bahwa orang yang memberikannya mengingat sesuatu yang kita sukai.

Menurutku, yang membuat pulpen itu terasa istimewa bukan pulpennya. Tetapi kalimat yang seolah-olah tidak diucapkan oleh suamimu:

“Aku ingat kamu suka yang ini.”

Ada sesuatu yang sangat hangat dari ketika seseorang yang kita cintai memperhatikan detail-detail kecil tentang diri kita. Dia mungkin tidak selalu mengatakan cinta setiap hari. Tetapi ketika dia melihat pulpen itu, dia teringat padamu. Dia tahu mereknya. Dia tahu kamu menyukainya. Lalu dia memutuskan membelinya untukmu.

Itu adalah bentuk cinta yang sangat sederhana, tetapi dalam.

Sebab mencintai seseorang bukan hanya tentang memberikan sesuatu yang mahal. Kadang cinta justru terlihat dari kemampuan seseorang untuk mengingat hal-hal kecil yang bahkan tidak kita anggap penting untuk diceritakan berkali-kali.

Pulpen itu mungkin tidak mahal. Tetapi ada proses di belakangnya: dia melihat, mengingat, memilih, membeli, lalu memberikannya kepadamu. Dalam proses yang sederhana itu, ada sebuah pesan:

“Aku memperhatikanmu.”

Dan bagi seseorang yang dicintai, merasa diperhatikan sering kali jauh lebih menyentuh daripada menerima sesuatu yang mahal.

Ada pula hal lain yang menurutku indah. Ketika pasangan memberikan sesuatu yang memang kita sukai, itu berarti dia tidak sekadar memberikan apa yang menurut dia bagus. Dia memberikan sesuatu berdasarkan siapa kita.

Dia tidak berkata, “Aku suka pulpen ini, jadi aku belikan.”

Melainkan, secara tidak langsung:

“Aku tahu kamu suka ini. Jadi aku ingin kamu memilikinya.”

Itulah mengapa pemberian kecil dari orang yang sangat mencintai kita kadang terasa jauh lebih besar daripada benda itu sendiri.

Dan mungkin, suatu hari nanti ketika pulpen itu sudah habis tintanya, kenangan tentang pulpen itu tetap tinggal. Karena yang kita simpan sebenarnya bukan pulpennya.

Kita menyimpan perasaan ketika menyadari bahwa ada seseorang yang mengenal kita cukup baik untuk mengingat hal kecil tentang kita.

Barangkali begitulah cinta dalam pernikahan yang sudah berjalan cukup lama. Cinta tidak selalu hadir dalam bunga, makan malam romantis, atau hadiah mahal. Kadang ia hadir dalam bentuk yang sangat sederhana:

“Aku lihat ini, aku ingat kamu, maka aku membelikannya.”

Dan rasanya memang menyenangkan sekali ketika kita menjadi seseorang yang diingat dalam hal-hal kecil oleh orang yang kita cintai. ❤️

Lebih baru Lebih lama