Oleh: Siti HajarKita perlu minum cukup air putih karena air adalah bagian penting dari hampir semua proses di dalam tubuh. Namun, istilah “wajib minum banyak” sebenarnya kurang tepat. Yang lebih penting adalah minum cukup sesuai kebutuhan tubuh, karena terlalu banyak air juga tidak baik.
Air membantu menjaga volume darah sehingga jantung dan pembuluh darah dapat bekerja dengan baik. Air juga membantu mengatur suhu tubuh, terutama ketika cuaca panas atau kita banyak berkeringat.
Ginjal sangat membutuhkan air untuk membuang sisa metabolisme melalui urine. Ketika tubuh kekurangan cairan, urine biasanya menjadi lebih pekat dan berwarna lebih gelap. Kekurangan cairan yang cukup berat dapat mengganggu fungsi ginjal.
Air juga membantu sistem pencernaan. Asupan cairan yang cukup dapat membantu melunakkan feses sehingga buang air besar menjadi lebih mudah. Karena itu, kurang minum sering menjadi salah satu hal yang memperburuk sembelit.
Otak pun sangat sensitif terhadap perubahan cairan tubuh. Kekurangan cairan dapat membuat seseorang merasa lelah, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, atau kurang berenergi. Kadang-kadang rasa haus juga muncul ketika tubuh sebenarnya sudah mulai mengalami kekurangan cairan ringan.
Yang perlu diingat, tidak semua kebutuhan cairan harus berasal dari air putih. Makanan seperti buah, sayuran, sup, dan minuman lain juga menyumbang cairan. Kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung ukuran tubuh, aktivitas, cuaca, makanan, kondisi kesehatan, dan obat yang dikonsumsi.
Jadi, daripada memaksakan diri minum sebanyak-banyaknya, lebih baik minum secara teratur sepanjang hari dan perhatikan rasa haus serta warna urine. Urine berwarna kuning muda umumnya menunjukkan hidrasi yang cukup, meskipun warna urine juga dapat dipengaruhi makanan, vitamin, dan obat tertentu.
Air putih bukan sekadar pelepas dahaga. Ia adalah bagian dari sistem tubuh yang membuat darah beredar, ginjal bekerja, suhu tubuh terjaga, pencernaan berjalan, dan otak dapat berfungsi dengan baik.[]
