Merawat bumi sering kali terasa seperti pekerjaan besar. Kita membayangkan harus menanam banyak pohon, membersihkan sungai, atau membuat gerakan lingkungan yang melibatkan banyak orang.
Padahal, menjaga bumi juga bisa dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana. Dari dapur, dari kamar, dari halaman rumah, bahkan dari kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari.
Tidak semua orang bisa melakukan hal besar. Tetapi setiap orang bisa melakukan hal kecil. Jika dilakukan bersama dan terus-menerus, kebiasaan kecil itu tentu akan memberi arti.
1. Membawa tas belanja sendiri
Membawa tas belanja dari rumah adalah kebiasaan sederhana yang bisa mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Satu tas mungkin terlihat kecil, tetapi jika digunakan berulang kali, jumlah plastik yang kita hindari bisa cukup banyak.
2. Membawa botol minum sendiri
Botol minum yang digunakan berulang kali membantu mengurangi kebiasaan membeli minuman dalam kemasan sekali pakai. Selain lebih ramah lingkungan, membawa air minum sendiri juga membuat kita lebih terbiasa memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.
3. Mengurangi penggunaan tisu
Tidak semua hal harus diselesaikan dengan tisu. Untuk beberapa kebutuhan di rumah, kita bisa menggunakan kain lap yang dapat dicuci dan dipakai kembali. Kebiasaan kecil ini juga mengajarkan kita untuk tidak menggunakan sesuatu secara berlebihan.
4. Mematikan lampu ketika tidak diperlukan
Lampu yang menyala di ruangan kosong sebenarnya tidak memberikan manfaat apa pun. Membiasakan diri mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan adalah bentuk sederhana dari menghemat energi.
5. Mencabut alat elektronik yang tidak digunakan
Televisi, charger, komputer, dan beberapa perangkat elektronik tetap dapat menggunakan energi ketika berada dalam kondisi tertentu meskipun tidak sedang digunakan. Karena itu, mencabut atau mematikan perangkat ketika benar-benar tidak diperlukan menjadi kebiasaan kecil yang baik.
6. Menggunakan air secukupnya
Air sering kali baru terasa berharga ketika sulit mendapatkannya. Menutup keran saat menyikat gigi, menggunakan air secukupnya ketika mencuci, dan memperbaiki keran yang bocor adalah langkah sederhana untuk tidak membuang sumber daya yang sangat penting ini.
7. Mengurangi makanan yang terbuang
Ambillah makanan secukupnya. Jika masih ingin menambah, kita bisa mengambil kembali. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi makanan yang berakhir di tempat sampah sekaligus mengajarkan kita untuk lebih menghargai makanan.
8. Memanfaatkan limbah dapur menjadi kompos
Kulit buah, sisa sayuran, dan bahan organik tertentu tidak selalu harus masuk ke tempat sampah. Kita bisa memanfaatkannya menjadi kompos sederhana, bahkan menggunakan pot kosong di rumah. Dari sesuatu yang dianggap limbah, kita bisa menghasilkan bahan yang kembali bermanfaat bagi tanah.
9. Menanam tanaman di rumah
Tidak harus memiliki halaman yang luas untuk menanam. Satu pot kecil di teras pun sudah cukup untuk memulai. Tanaman membuat lingkungan terasa lebih hidup sekaligus mengajarkan kita untuk lebih dekat dengan alam.
10. Menanam tanaman yang bisa dimakan
Cabai, daun bawang, tomat, kemangi, atau berbagai tanaman bumbu bisa ditanam dalam pot. Selain menyenangkan, kebiasaan ini membuat kita belajar bahwa sebagian kebutuhan sehari-hari sebenarnya dapat kita tumbuhkan sendiri.
11. Menggunakan kembali barang yang masih layak
Sebelum membuang sesuatu, coba tanyakan kepada diri sendiri, apakah barang ini masih bisa digunakan untuk keperluan lain? Botol, kardus, toples, dan wadah tertentu terkadang masih memiliki fungsi jika kita mau melihatnya dengan cara yang berbeda.
12. Memilih barang yang tahan lama
Membeli barang bukan hanya soal harga. Ketahanan sebuah barang juga perlu dipertimbangkan. Barang yang dapat digunakan dalam waktu lama biasanya membuat kita tidak perlu terlalu sering membeli dan membuang barang yang sama.
13. Memperbaiki barang sebelum menggantinya
Barang rusak tidak selalu berarti harus dibuang. Pakaian yang robek, perabot yang longgar, atau alat rumah tangga yang mengalami kerusakan ringan mungkin masih bisa diperbaiki. Memberi kesempatan kedua kepada barang juga merupakan bagian dari merawat bumi.
14. Membawa wadah sendiri ketika memungkinkan
Ketika membeli makanan atau minuman, membawa wadah sendiri dapat membantu mengurangi kemasan sekali pakai. Memang tidak selalu bisa dilakukan, tetapi jika menjadi kebiasaan, kita akan semakin sadar terhadap jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
15. Menggunakan kertas seperlunya
Di tengah kemudahan teknologi, tidak semua informasi harus dicetak. Untuk dokumen tertentu, kita bisa memilih menyimpannya secara digital. Jika memang harus menggunakan kertas, gunakan kedua sisinya ketika memungkinkan.
16. Tidak membuang sampah sembarangan
Ini terdengar sangat sederhana, tetapi dampaknya besar. Sampah kecil yang dibuang sembarangan tetap akan menjadi bagian dari persoalan lingkungan. Membawa sampah sampai menemukan tempat sampah adalah kebiasaan kecil yang seharusnya dimulai dari diri sendiri.
17. Memilah sampah dari rumah
Tidak semua sampah memiliki perlakuan yang sama. Memisahkan sampah organik, anorganik, dan bahan tertentu yang membutuhkan penanganan khusus membuat sampah lebih mudah dikelola. Kita tidak harus langsung sempurna, cukup mulai dari kategori yang paling mudah.
18. Mengurangi kebiasaan membeli karena keinginan sesaat
Sebelum membeli sesuatu, kita bisa berhenti sebentar dan bertanya, “Apakah saya benar-benar membutuhkannya?” Pertanyaan sederhana ini bukan hanya membantu menghemat uang, tetapi juga dapat mengurangi barang yang akhirnya tidak terpakai.
19. Berjalan kaki untuk jarak yang dekat
Jika tempat yang dituju cukup dekat dan kondisi memungkinkan, berjalan kaki bisa menjadi pilihan. Selain mengurangi penggunaan kendaraan untuk perjalanan pendek, berjalan kaki juga memberi kesempatan kepada tubuh untuk bergerak dan menikmati lingkungan sekitar.
20. Mengajak orang lain memulai dari hal kecil
Kebaikan akan terasa lebih berarti ketika tidak berhenti pada diri sendiri. Kita bisa mengajak keluarga memilah sampah, mengajak anak menanam tanaman, atau mengajak teman membawa botol minum. Tidak perlu memaksa. Cukup memberi contoh dan membuat kebiasaan baik terasa menyenangkan.
Merawat bumi ternyata tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Kadang ia hanya membutuhkan tangan yang mau mematikan lampu, keran yang ditutup dengan baik, sisa sayuran yang tidak langsung dibuang, atau satu pot yang kita isi dengan tanah dan tanaman.
Bumi tidak membutuhkan kita untuk menjadi sempurna. Yang dibutuhkan adalah lebih banyak manusia yang mau peduli dan bersedia memulai.
Barangkali hari ini kita hanya membawa satu tas belanja sendiri. Besok kita mulai memilah sampah. Lusa kita menanam satu tanaman. Hal-hal kecil seperti itu mungkin tidak langsung mengubah dunia, tetapi setidaknya kita sedang ikut merawat bagian bumi yang berada dalam jangkauan kita.
Karena menjaga bumi bukan hanya tentang apa yang kita wariskan kepada generasi berikutnya. Ia juga tentang bagaimana kita memperlakukan tempat yang hari ini menjadi tempat kita hidup.
