Oleh: Siti Hajar
Pernahkah Anda terbangun dari tidur dengan perasaan yang hangat sekaligus mengharukan setelah bermimpi bertemu dengan anggota keluarga yang sudah almarhum?
Mungkin di dalam mimpi itu, suasana terasa
begitu nyata. Ada senyum ayah, hangatnya pelukan ibu, atau canda tawa saudara
yang sudah lama tidak kita dengar. Saat terbangun, ada rasa lega, tetapi juga
ada kerinduan yang tiba-tiba menggebu.
Secara ilmiah dan psikologis, apa
sebenarnya yang sedang terjadi dalam pikiran dan batin kita saat mimpi itu
hadir?
Mari kita bahas dengan bahasa yang
sederhana, tanpa istilah sains yang rumit!
1. Batin Kita Sedang Memeluk Diri Sendiri
(Alam Bawah Sadar)
Bapak psikoanalisis dunia, Sigmund
Freud, pernah menyebut bahwa mimpi adalah "jalan utama menuju alam
bawah sadar".
Di dalam hidup sehari-hari, kita sering
kali harus tampil kuat. Kita sibuk bekerja, mengurus rumah tangga, atau kuliah,
sehingga rasa rindu dan sedih terpaksa kita simpan rapat-rapat di
"gudang" pikiran kita.
Saat kita tidur, pikiran rasional kita
beristirahat. Di saat itulah, alam bawah sadar bekerja seperti sahabat yang
sangat pengertian:
- Ia tahu batin kita sedang merindukan
rasa aman, bimbingan, atau kehangatan keluarga.
- Karena di dunia nyata kita tidak bisa
lagi menemui mereka, alam bawah sadar memutarkan "film pendek"
di mana keluarga kita hadir kembali secara utuh.
- Tujuannya sederhana: Memberikan kehangatan dan rasa
nyaman bagi batin kita yang sedang merindukan kehadiran mereka.
2. Otak Sedang Menjalankan "Terapi
Tidur Malam" (Neurosains)
Bukan hanya psikologi, ilmu saraf (neurosains)
modern juga punya penjelasan yang sangat indah tentang hal ini.
Pakar tidur dan otak, Matthew Walker,
menjelaskan bahwa saat kita berada di fase mimpi mendalam (tidur REM), otak
kita sebenarnya sedang melakukan terapi emosional otomatis:
- Bagian emosi aktif: Otak memproses kenangan dan rasa
rindu kita yang dalam.
- Hormon stres mati: Di saat yang sama, zat kimia pemicu
stres di otak diturunkan ke tingkat paling rendah.
Artinya apa? Otak kita sedang membantu memeluk dan mengurai
rasa duka atau rindu itu dalam suasana yang sangat aman. Jadi, ketika
terbangun, rasa sakit akibat kehilangan itu perlahan-lahan diubah menjadi
kenangan manis yang lebih menguatkan.
3. Merapikan "Folder" Kenangan
dalam Pikiran
Selain mengobati emosi, otak kita juga
bekerja seperti komputer yang sedang melakukan backup data saat kita
tidur.
Mimpi menghadirkan kembali sosok orang tua
atau saudara adalah cara otak untuk:
- Merapikan kenangan-kenangan indah
masa lalu bersama mereka.
- Mengingatkan kita kembali pada
nilai-nilai kebaikan, nasihat, dan kasih sayang yang pernah mereka
wariskan kepada kita.
Pesan untuk Kita Hari Ini
Jika semalam atau beberapa waktu lalu Anda
bermimpi bertemu dengan keluarga yang sudah tiada, tidak perlu cemas atau
terlalu terbeban.
Mimpi itu adalah tanda bahwa:
- Cinta dan ikatan batin Anda dengan
mereka masih ada dan tersimpan rapi di dalam dada.
- Diri Anda sedang berusaha
menyembuhkan rasa rindu dan mencari kekuatan baru untuk melangkah ke
depan.
Sambutlah mimpi itu sebagai pelukan hangat
dari kenangan. Kirimkan doa terbaik untuk mereka, dan lanjutkan hidup dengan
membawa nilai-nilai kebaikan yang pernah mereka ajarkan.
Semoga tulisan ini membawa kedamaian dan
kehangatan bagi siapa pun Anda yang sedang merindukan seseorang di seberang
sana. []
Baca juga artikel menarik lainnya:
Ketika Beban Hidup Semakin Berat: Mengenali Tanda Depresi dan Krisis Kesehatan Mental
